GIVE AWAY

MENJADI ISTERI SHOLEHAH

10:21 PM

Isteri yang baik belum tentu sholehah namun isteri sholehah tentu isteri yang baik. Karena kriteria baik setiap orang itu berbeda-beda bahkan menurut suami masing-masing.
Dalam Alqur’an (At-Tahrim:5) disebutkan kriteria isteri sholehah meliputi:
  1. Muslimat yaitu wanita-wanita yang ikhlas, tunduk kepada perintah Allah, dan perintah Rasul-Nya 
  2. Mukminat yaitu wanita-wanita yang membenarkan perintah dan larangan Allah 
  3.  Qanitat yaitu wanita-wanita yang taat 
  4. Taibat yaitu wanita-wanita yang selalu bertaubat dari dosa-dosa mereka, selalu kembali kepada perintah Rasulullah meskipun harus meninggalkan apa yang disenangi oleh hawa nafsu mereka 
  5. 'Abidat yaitu wanita-wanita yang banyak melakukan ibadah kepada Allah dengan mentauhidkannya 
  6. Shoimat yaitu wanita-wanita yang berpuasa

Dalam keseharian kriteria tersebut dapat diterapkan antaralain:

1.      Penuh kasih sayang dalam perbuatan
  • mampu meluluhkan hati suaminya ketika marah, tidak malah menjauhinya.
2.      Melayani suami
  • seperti menyiapkan makan minumnya, tempat tidur, pakaian, dan yang semacamnya
3.      Dipandang suami menyenangkan
  • Selalu berpenampilan menarik, raut muka membahagiakan
4.      Menjaga rahasia-rahasia suami
  •  Terutama tidak mengumbar aktivitas intimnya bersama suami
5.      Bersegera memenuhi ajakan suami untuk memenuhi hasratnya
  •  Tidak menolaknya tanpa alasan yang syar’i, dan tidak menjauhi tempat tidur suaminya
6.      Pandai mensyukuri pemberian dan kebaikan suami
  •  Seberapapun pemberian suami harus disyukuri
7.      Menjaga kehormatan diri dan suami
  •  Selalu berhati-hati dalam berbuat apapun
8.      Amanah dan mampu menjaga harta suami
  • Taat pada perintah Allah dan suami, tidak menghambur-hamburkan uang
9.      Memberikan suasana teduh dan ketenangan berpikir dan berperasaan bagi suami
  •  Selalu minta ijin/pamit jika hendak ada keperluan.


Pribadi sholehah bukan hanya dambaan para suami. Menjadi isteri sholehah juga cita-cita para isteri. Oleh karenanya untuk mencapainya dibutuhkan usaha diri dan dukungan keluarga. Dimulai dari sifat mau berpikiran terbuka harus dimiliki. Tanpa adanya sifat ini, kita akan angkuh dan merasa paling benar. Hal ini menjadikan kita tidak mau menerima masukan dari oranglain. Sehingga tidak akan mungkin dapat belajar menjadi pribadi yang lebih baik. Sifat ini juga sangat dipengaruhi oleh niat. Maka perbaiki diri dengan ilmu agama akan membuka pikiran kita.

Kedua, hati-hati dalam bersikap. Lalu, jujur dan selalu introspeksi. Komunikasikan apa yang menjadi keluhan maupun kesenangan kepada suami dengan penuh kasih sayang. Kita pasti punya hal-hal yang tidak disukai dan yang disukai. Suami pun demikian. Maka alangkah baiknya jika hal-hal tersebut kita beritahukan kepada pasangan kita lalu dimusyawarahkan. Karena Ini akan mempermudah kita untuk mencapai keharmonisan keluarga.

Ketiga, bertukar pikiran dan mengambil suatu keputusan secara bersama. Kita pasti pernah berbeda pendapat dengan pasangan. Jika dibiarkan maka akan menyulut perpecahan dan konflik. Maka perlu sekali membicarakan perbedaan tersebut demi menyelaraskan visi misi keluarga. Perbedaan latar belakang, harapan, dan cita-cita seringkali yang menjadi faktor pemicu konflik.

Keempat, dukungan keluarga, sangat penting dalam proses menjadi pribadi sholehah. Kesabaran suami sebagai kepala keluarga dalam menghadapi isteri akan menentukan seberapa suksesnya proses ini. Layaknya istilah, “dibelakang lelaki hebat pasti ada wanita hebat”, maka “dibelakang isteri sholehah pasti ada suami sholeh.” Karena isteri adalah cerminan dari suami. 

Jadi benarlah “Menikah itu, menggenapkan separo agamamu.” Dengan menikah kita akan termotivasi untuk menjadi pribadi lebih baik dari sebelumnya ketika masih lajang demi kebaikan pasangan, anak, dan cucu-cucu kita. Karena dengan menikah tugas-tugas kita semakin banyak. Semakin banyak tugas, semakin banyak beribadah ketika kita meniatkan segala sesuatu yang kita kerjakan itu ibadah.


 

You Might Also Like

4 komentar

  1. lengkap sekali ulasannya...
    Semoga keshalihan kita menjadi panutan untuk anak2 kita dan ridhoi allah..aamin

    BalasHapus
  2. Makasih sudah ikutan GA kami ya Mak. Harap bersabar menunggu pengumannya :))

    BalasHapus
  3. baca ini, jd agak malu mba....kyknya tingkahku ama suami masih kekanak2an dipikir -__-. Yg no 1 itu tuh beraat... Ga mudah ya jd istri sholeha -__-

    BalasHapus

SUBSCRIBE


Like us on Facebook