Cerita Anak

Ingin Jadi Penulis Cerita Anak, Tapi Sering Terkena Writerblock? Pakai saja 15 Cara Menggali Ide Menulis Cerita Anak Ala Hairi Yanti ini! Supaya Lancar Dan Produktif Menulis.

9:31 AM

Tips-Menulis-Cerita-Anak

“Duh, kena Writerblock nih!”
Pernah kan dengar seorang penulis bilang begitu? Atau jangan-jangan kamu juga mengalaminya?
Sebenarnya, apa sih writerblock itu? Writerblock itu, keadaan dimana kamu bener-bener menthog nggak bisa nerusin tulisan yang sedang kamu buat. Ujung-ujungnya sih, itu masalah ide. Dimana kamu udah nggak bisa nerusin tulisan karena nggak punya ide lagi buat ditulis.

Lalu bagaimana sih, biar nggak kena serangan writerblock? Ya kamu kudu punya stok ide banyak. Terus gimana biar idenya nggak macet? 

Buat kamu yang pengen jadi Penulis Cerita Anak atau penulis lainnya bisa juga adaptasikan cara ini, aku punya solusinya nih. Kita ikutin saja jejak seorang Penulis Cerita Anak satu ini. Ada 15 Cara Menggali Ide Menulis Cerita Anak, lho.. Banyak bener kan? Penasaran siapa dia?

Jeng, Jeng, Jeng! Dia adalah Mbak Hairi Yanti. Biasa disapa Hairi, boleh juga memanggilnya Yanti. Seorang Penulis Cerita Anak yang doyan berkuliner ria tetapi suka lupa dengan resep makanan yang pernah dibuatnya. Kini tinggal di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, mengikuti suaminya. Bila ingin mengenal jauh Mbak Hairi Yanti lewat Dunia Maya, Kamu bisa bersilaturahmi ke rumah mayanya di www.hairiyanti.com

Sejak Kecil beliau sangat suka membaca dan menulis. Jadi tak heran bila kini menjadi Penulis Cerita Anak produktif. Semua itu berawal dari kegemarannya menulis apa saja yang terlintas di benaknya. “Kalau kata Mbak Naqiyyah Syam, Penulis Asongan, julukannya. Apa yang bisa ditulis, ayo nulis.” Kata mbak Hairi Yanti saat saya ngobrol di chat dengannya.

Ternyata beliau tak sengaja lho memasuki dunia Menulis Cerita Anak. Bermula dari tawaran bergabung di kelas kepenulisan “Winner Class” oleh sahabatnya, Mbak Irma Irawati. Membuatnya semakin penasaran dengan dunia menulis cerita anak. Lalu ikutlah lagi, kelas Menulis Cerita Anak bersama Kang Ali Muakhir. Tak sampai disitu, Mbak Hairi Yanti pun mantap bergabung di Grup Penulis Tangguh. Di sini, barulah beliau semangat menggebu-gebu mengirimkan karyanya ke media. Satu per satu karyanya pun tembus dan dimuat di media cetak seperti Majalah Bobo, Majalah Gadis, Kompas Anak, dan Suara Merdeka. Terhitung ada 16 cerpen yang berhasil dimuat. 13 cerpen dimuat di Majalah Bobo, 1 cerpen dimuat di Kompas Anak, 1 cerpen dimuat di Majalah Girls, dan 1 cerpen dimuat di Suara Merdeka.

Cerpen Perdana Mbak Hairi Yanti yang dimuat di media cetak, berjudul Candy Crush. Dimuat di Yunior Suara Merdeka, koran lokal Jawa Tengah. Menceritakan tentang seorang anak yang kecanduan bermain games Candy Crush Saga.

Nah itu tadi sekilas profil Mbak Hairi Yanti. Tertarik mengikuti jejaknya tembus media cetak seperti beliau? 15 cara menggali ide menulis berikut ini semoga membantumu menemukan ide yang luar biasa, bukan hanya menjebol serangan Writerblock sehingga lancar dan produktif menulis. Tetapi juga menghasilkan tulisan yang berkualitas. Amin... Setuju? Mari kita simak dan praktekkan.

Berikut ini 15 Cara Menggali Ide Menulis Cerita Anak Ala Hairi Yanti. Yaitu ide cerita anak bisa diperoleh dari:

1.     Kejadian-kejadian Semasa Kecil
Coba deh ingat-ingat kembali masa-masa kecil yang penuh hal-hal tak terduga. Pasti punya kenangan kejadian yang menarik dan bikin tersenyum simpul. Itu bisa jadi ide luar biasa untuk kamu tulis menjadi cerita anak lho! Seperti mbak Hairi Yanti Cerita Anaknya yang berjudul Kacamata Pak Rusdi (Majalah Bobo, Edisi 32, Terbit 14 November 2014), idenya berasal dari kenangannya memiliki guru SD yang sabar dan tak pernah marah meski murid-murid sekelas bandel.
 
Dok. Hairi Yanti
Juga Cerita Anak “Gara-gara Papa” (Majalah Bobo, Edisi 32, Terbit 12 November 2015) menceritakan pengalaman berliburnya dulu sewaktu kecil yang tidak jadi yang membuatnya jengkel. Namun lalu sadar ternyata kondisi seperti itulah yang terbaik.
 
Dok. Hairi Yanti
2.     Mengamati Apa Saja Yang Dialami Anak-anak Sekitar Kita
Sumber ide terbesar ialah mengamati lingkungan sekitar kita. Bila ingin menulis cerita anak maka amatilah anak-anak di sekitar kita. Bagaimana dunianya bekerja. Sering bukan melihat mereka bermain berkelompok di halaman rumah? Nah, coba saja amati cara mereka berinteraksi. Atau punya anak kecil/sepupu kecil? Coba saja gali cerita dari mereka. Pasti mereka punya segudang cerita yang bisa kita ambil sebagai sumber ide. Mulai dari konflik yang mereka alami.

Kalau mbak Hairi Yanti, sudah menerapkannya pada Cerpennya yang berjudul “Tarian Aya” (Majalah Bobo, Edisi 38, Terbit 25 Desember 2014). Idenya dari kejadian yang menimpa sepupu kecilnya yang bernama Aya.
 
Dok. Hairi Yanti
Lalu Pada Cerpen yang berjudul “Aroma Kopi Ayah” (Majalah Bobo, Edisi 26, Tahun 2015). Lagi-lagi idenya bersumber dari kejadian yang dialami sepupunya, Aya. Dikombinasi dengan pengalamannya sendiri. Yaitu Sama-sama tidak bisa tidur selama 12 jam gara-gara menyeruput kopi.

Dok. Hairi Yanti
3.  Pengalaman Orang Dewasa Dimodifikasi Ke Bentuk Cerita Anak Dengan Tokoh Anak-anak
Ternyata kisah pengalaman orang dewasa bisa juga dibuat cerita anak. Tentunya dengan memodifikasi sebagian kecil kisah. Seperti mengganti tokohnya dengan tokoh anak-anak. Mbak Hairi Yanti sudah membuktikannya. Yaitu pada cerpen yang berjudul “Misteri Uang Niken” (Majalah Girls No. 24/tahunX, beredar 1-15 Juli 2015). Cerita ini berasal dari pengalaman mamanya yang kehilangan uang di dompetnya. Namun ternyata, Ayahnyalah yang mengambil untuk keperluan sesuatu. Tadinya mengira ada oranglain yang mencuri. Hehehe.

4.    Pesan Atau Kata-kata Mutiara Yang Terkenang-Kenang Dalam Ingatan
Pasti kamu punya kan, kata-kata mutiara kesukaan. Yang selalu mengingatkan kita akan kebaikan. Ataupun pesan moral yang menjadi motivasi kita untuk hidup lebih baik dari hari kemarin.
Begitu pula mbak Hairi Yanti, ia suka dengan Pesan Ali bin Abi Thalib. “Ikatlah Ilmu Dengan Menuliskannya.” Pesan itu pula yang memberikannya ide menulis cerpen “Kue Lempeng Nenek” (Majalah Bobo, Edisi 34, Terbit 26 November 2015).  Dipadukan pengalamannya yang suka lupa dengan resep makanan.
 
Dok. Hairi Yanti
5.    Perenungan
Kekuatan terbesar suatu Cerita ialah Mampu menghadirkan Hikmah bagi pembacanya. Agar mampu menghadirkan Hikmah, tentunya sang Penulis harus mampu terlebih dahulu menghikmahi setiap kejadian di kehidupannya. Oleh karena itu perlu sekali Sang Penulis melakukan Perenungan agar mampu menghikmahi setiap kejadian dalam hidupnya.

Cerita Anak “Kue Istimewa” (Majalah Bobo, edisi 37, terbit 18 Desember 2014) merupakan hasil perenungan mbak Hairi Yanti mengambil hikmah dari kejadian di sekitarnya. Yaitu Orang yang tak bisa apa-apa namun rajin berlatih, akan mampu mengalahkan Orang yang bisa segalanya namun malas berlatih.
 
6.     Mengikuti Kelas Menulis
Di dalam kelas menulis biasanya Pembimbing menggunakan metode gambar dalam memancing ide muridnya. Di situlah banyak ide bermunculan terpancing oleh gambar. Seperti Cerpen yang berjudul “Lari, Rheina!” dan “Protes Si Gula Manis” (Majalah Bobo, Edisi 04, Terbit 30 April 2015). Merupakan cerpen yang berhasil dibuat Mbak Hairi Yanti dalam kelas menulis yang diikutinya.
 
Dok. Hairi Yanti
7.    Membuat/Menentukan Judul Cerita Anak Terlebih Dahulu
Ini pengalaman Mbak Hairi Yanti, kala itu terlintas dibenaknya ingin menuliskan cerita utuh dari sebuah judul cerita yang sudah ada di pikirannya. Judulnya “Adik selalu bertanya” (Majalah Bobo, Edisi 45, terbit Februari 2016). Dirangkailah cerita tentang seorang adik yang selalu penasaran dengan berbagai hal, dan selalu menanyakan hal apa saja yang membuatnya penasaran pada kakaknya

8.    Membiasakan Menulis
Mbak hairi Yanti selalu berkeyakinan bahwa dengan membiasakan menulis maka ide-ide akan bermunculan dan mendesak ingin dituliskan. Salah satu cara membiasakan menulis yaitu dengan membuat program menulis.

Beliau pernah membuat program 40 hari menulis cerita anak dalam rangka ikut serta dalam pemilihan antologi cerita anak misteri. Genre misteri sangat sulit menurutnya karena selama ini terbiasa dengan menulis cerita anak genre kehidupan sehari-hari. Maka dia putuskan membuat program menulis itu untuk mendobrak penghalang ide-ide menulis. Alhasil mbak hairi yanti berhasil menulis cerita anak misteri “Misteri Pecahan Kaca”. Dan lolos masuk dalam Antologi Buku Cerita Anak Misteri “Jejak Kaki Misterius”.
 
Dok. Hairi Yanti
9.    Berdiskusi Dengan Oranglain
Berdiskusi dengan oranglain atau bahasa kerennya “Brainstorming”, mampu mencetuskan ide-ide luar biasa. Dalam hal ini, Mbak Hairi Yanti selalu mendiskusikan ide-ide ceritanya dengan suaminya. Bisa dimulai dengan mendiskusikan konflik yang akan dibangun dalam cerita terlebih dahulu.

10.  Opini/perasaanmu Menanggapi Suatu Hal
Opini ataupun perasaanmu (sedih, jengkel, bahagia, marah,dsb) menanggapi suatu hal bisa juga kamu jadikan bahan ide tulisan. Seperti Mbak Hairi Yanti ini, merasa gemas dengan orang-orang yang suka menyebarkan info hoax yang nggak jelas asal usulnya. Perasaan inilah yang dijadikan sumber ide tulisannya. Maka lahirlah cerita anak berjudul “Rani Ditangkap Polisi” (Majalah Bobo, Edisi 43, Terbit 28 Januari 2016).

11.  Hobi/kesenanganmu akan sesuatu
Dari hobi bisa jadi sumber ide. Ini yang dirasakan Mbak Hairi Yanti, pecinta kuliner terutama ayam penyet. Hobinya ini menelurkan ide cerita anak yang berjudul “Pisang Gapit” (Majalah Bobo, Edisi 1, Terbit Januari 2016).  Kuliner khas Kalimantan Timur.

12.  Berpikir Sebagai Seorang Pembaca
Mbak Hairi Yanti mendapatkan tips ini dari Klinik Cerita Majalah Bobo. Yang maksudnya, jangan berperan sebagai penulis saja. Namun harus berpikir sebagai pembaca. Oleh karena itu beliau selalu mendapatkan ide tulisan dari hobi kulinernya yang dipadukan dengan lokalitas. Karena mungkin menurutmu hal-hal yang sering kita temui atau sering kamu lakukan itu tampak biasa saja. Namun bisa jadi bagi oranglain akan tampak luar biasa. Sehingga muncullah cerita anak karya Mbak Hairi Yanti yang berjudul “Kue Lempeng Nenek” dan “Pisang Gapit”.
 
Dok. Hairi Yanti
13.  Menyusun Pointer Menulis Cerita Anak
Yaitu membuat kerangka ide dalam bentuk poin-poin sebelum dijabarkan ke bentuk cerita utuh. Pointer ini sangat berguna untuk mengikat ide. Sehingga ide takkan lepas dimanapun dan kapanpun kamu beraktifitas. Pointer ini juga sangat bermanfaat untuk memantik ide lainnya yang berhubungan dengan ide utama. Karena memiliki format sebagai berikut:

Si A begini – kemudian begini – terus kayak gini – lalu ada kejadian ini – dst – sampai ending. (dok. Mbak Hairi Yanti)

14.  Banyak Membaca
Selain berlatih menulis, seorang penulis juga harus banyak membaca. Karena dengan membaca akan ada banyak informasi-informasi baru yang tersimpan dalam memorimu. Yang nantinya berguna dalam mengolah ide-ide tulisan. Sehingga kamu jarang sekali terkena writerblock. Bila terkena, langsung saja perbanyak referensi untuk dibaca. Oleh karena itu mengapa mbak Hairi Yanti sangat suka membaca buku. Sampai-sampai bukulah penawar rasa tidak enak di hatinya.

15.  Memadukan Semua Poin Diatas
Kamu bisa menemukan ide-ide baru dan segar dengan memadukan semua poin-poin cara diatas.
Cukup jelas dan lengkap, bukan? Siap untuk mempraktekkan 15 Cara Menggali Ide Menulis Cerita Anak ini? Semoga karya-karya cerita anakmu lekas tembus media ya. Kalau belum jangan galau dulu. Ada banyak jalan menuju roma. Ada banyak cara menuju sukses. Ingat kan, Thomas Alfa Edison, baru berhasil menemukan lampu saat di uju cobanya yang ke 1000. Kalau saja dia bosan dan memutuskan berhenti di uji coba yang ke 999. Maka dunia pasti nggak akan seterang ini saat malam hari.
 Ada pesan khusus buat kamu, nih. Dari Mbak Hairi Yanti.
“Seberapa kali pun ketemu dan berapa kali pun kalah, ketika masuk lapangan sebenarnya kami punya kans yang sama.” Itu komentar Debby Susanto tentang pertandingan semifinal All England 2016.
 “Hal ini juga berlaku di dunia menulis. Berapa kali pun dimuat, berapa kali pun ditolak, ketika tulisan dikirimkan, semua punya peluang yang sama. Yang tidak punya peluang adalah yang tidak mengirimkan apa-apa. Jadi, ciptakan peluangmu.”
Tetap semangat ya, kawan! Jangan lupa, praktekkan 15 Cara Menggali Ide Menulis Cerita Anak di atas ya... Gali terus idemu. Dan temukan Hal Terbaik yang bisa kamu share lewat Karyamu. See You...

You Might Also Like

15 komentar

  1. Ide tulisannya baguuuusss :D

    keluargahamsa(dot)com

    BalasHapus
  2. wah..keren euyy... Bisa dicoba nih...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Trimakasih mbk anita... ayuk dicoba... :)

      Hapus
  3. Ternyata idenya bisa juga dari pengalaman pribadi waktu kecil, yaa..
    Cateet..! Makasih sharingnya, mbak :)

    BalasHapus
  4. Mbak Saraaaah.... Ini tulisannya keren banget. Bukan sayanya yang keren, tapi Mbak Sarah menuliskannya. Waktu Mbak bilang mau nulis 15 cara menggali ide, saya bengong sendiri. Banyak banget kata sy ada 15. Ternyata mbak Sarah merangkumnya. Huwaaa... Terharuuuu.... Makasiiiih ya, Mbak <3

    BalasHapus
    Balasan
    1. makasih mbak hairi... iya saya baca semua postingan mbk hairi... :)

      Hapus
  5. Mbak Saraaaah.... Ini tulisannya keren banget. Bukan sayanya yang keren, tapi Mbak Sarah menuliskannya. Waktu Mbak bilang mau nulis 15 cara menggali ide, saya bengong sendiri. Banyak banget kata sy ada 15. Ternyata mbak Sarah merangkumnya. Huwaaa... Terharuuuu.... Makasiiiih ya, Mbak <3

    BalasHapus
  6. Salam kenal mbak hairi.
    Ulasan sarah semoga nular untuk membangun spirit nulis tentang dunia anak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin... mbak nurul. mbak nurul juga ingin jadi penulis cerita anak ya?

      Hapus
  7. Wihiii ternyata banyak ya yg bisa jadi inspirasi menulis cerita anak.. wihii..

    Makasih mba sarah artikelnya maknyoss... :-)

    BalasHapus
  8. Wah keren..pasti bolak balik baca blognya mba Hairi.. :)

    BalasHapus
  9. waahh lengkap sekali ulasan blognya mba Yanti..
    btw, url postingannya panjang bener heheh

    BalasHapus
  10. Tulisannya keren banget mbak.... inspiratif. Rasanya yang paling sulit dalam menulis cerita anak adalah memosisikan penulis memahami batas apa yang bisa dipahami oleh anak... semoga bisa mengikuti jejaknya...

    BalasHapus

SUBSCRIBE


Like us on Facebook