APOTEK HIDUP

Sedia 9 Jenis Apotek Hidup Sebelum Sakit

4:03 PM


Musim hujan begini, musim penyakit juga. Anak sering batuk pilek dan panas. Saya pun ketularan. Maunya cepat sembuh tapi nggak mau pakai obat kimia. Kasihan kan, kalau anak dikit-dikit sakit, dikit-dikit diperiksakan ke dokter. Efek samping obat kimianya itu lho yang bikin khawatir. Untung saja ada Apotek Hidup di sekitar rumah. Sakit ini sakit itu, semua ada obat alami dari Apotek Hidup. Ini bisa meminimalisir penggunaan obat kimia. Beruntungnya hidup di desa, semua jenis Apotek Hidup tumbuh dengan sendirinya. Kami tinggal memanfaatkannya.

 
Berikut ini 9 Jenis Apotek Hidup yang tumbuh di sekitar rumahku:
1.     Kunir Putih
Tanaman-Apotek-Hidup-Kunir-Putih

2 hari yang lalu saya sakit perut. Perut terasa melilit, sangat menyiksa. Oleh Ibu mertua, saya disuruh petik kunir putih yang ada di kebun, dicuci bersih lalu diparut. Hasil air perasan kunir putih itulah yang harus saya minum. Saya minum air kunir putih yang ditambahkan sedikit gula, sehari dua kali selama 3 hari. Alhamdulillah, sakit perutnya sembuh. Sekarang sudah lancar menulis pesanan Artikel lagi. Sakit perut, bikin banyak pekerjaan lambat terkerjakan.

2.    Jahe
Tanaman-Apotek-Hidup-Jahe

Cocok sekali minum Jahe Anget di musim penghujan seperti ini. Badan jadi anget dan bugar. Biasanya kalau keluarga masuk angin, kedinginan ataupun batuk pilek, selalu membuat wedang jahe. Caranya gampang banget! Jahe dari kebun yang sudah saya cuci, dibakar di perapian hingga kecoklatan agak hitam. Lalu digeprek. Masukan jahe geprek ke gelas beserta gula batu. Barulah tuangkan air panas ke dalam gelas.

3.    Daun Sirih
Tanaman-Apotek-Hidup-Daun-Sirih

Pernah suatu hari matanya Alam (anak saya) gatal, bikin dia mengucek matanya terus-terusan. Melihat ini, saya jadi khawatir kenapa-napa. Karena matanya jadi agak lebam dan memerah. Langsung saja, saya ke samping rumah memetik 3 helai daun sirih. Lalu saya masukan ke piring dan diberi air hangat. Saya oleskan mata Alam dengan air rendaman daun sirih itu 3 kali sehari. Keesokannya, matanya sudah pulih dan bekas gatalnya hilang.

4.    Daun Munggur
Kalau Alam batuk, selalu diminumkan Air Rendaman Pucuk Daun Munggur yang diberi gula jawa. Syukurlah, batuknya berangsur reda meski harus telaten dan sabar membuatnya setiap hari sampai sembuh.
5.    Kunir merah dan Sereh
Tanaman-Apotek-Hidup-Kunir-Merah

Tanaman-Apotek-Hidup-Sereh

Selain termasuk dalam Apotek Hidup, Kunir merah dan Sereh bisa digunakan sebagai bumbu dapur. Mau masak Kare, Gulai, Tongseng, dsb jadi tambah sehat. Kedua jenis Apotek Hidup ini juga bisa dibuat jamu. Dulu sehabis melahirkan, saya selalu minum jamu yang terbuat dari kencur, kunir dan beras yang ditumbuk jadi satu lalu diperas. Hasilnya, bikin tubuh bugar dan darah nifas lancar.

6.    Jeruk Inggu
Ini juga senjata saya membasmi batuk pilek si kecil. Inggu-nya bisa beli di pasar. Cara membuat obatnya, Jeruk nipis dipotong jadi dua lalu beri Inggu di atasnya. Setelah itu, kukus jeruk inggu beberapa menit. Peras jeruk nipis dan campurkan dengan Inggu. Obat siap diminumkan.

7.    Temuireng
Temuireng sangat banyak ditemui di kebun belakang rumah. Hampir tidak pernah digunakan. Kalau ingin nafsu makan anak bertambah, bikinkan saja jamu dari air perasan Temuireng ini.

8.    Daun Jambu Klutuk
Kalau sedang diare, bisa diobati dengan memakan Pucuk Daun Jambu Klutuk beberapa helai. Saya pernah mencobanya. Hehe

9.    Daun Dadap Serep
Saat Alam panas badannya, saya tempelkan dahinya dengan beberapa helai daun dadap serep yang sebelumnya direndam. Harus telaten dan sabar  bolak-balik merendam lalu menempelkan. Ya seperti cara mengompres. Alhamdulillah panasnya pun berangsur turun.

Maaf foto-fotonya belum lengkap. Belum sempat memfoto. Hehe. Lain waktu saya lengkapi.

Nah cukup mudah bukan pembuatan dan pemakaian obat Apotek Hidup? Yuk, manfaatkan kekayaan alam sekitar kita. Karena yang alami itu lebih baik.

Baca Juga Artikel JAMU WARISAN BUDAYA

You Might Also Like

19 komentar

  1. Sebenernya lebih aman kunyitnya diiris mbak Sar. Karna kalo diparut takut endapannya kemakan, ginjelnya ga kuat. Biasanya sih gtu klo di rumah. Hihiiii...

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalo diiris gimana caranya mengambil air sarinya mbk... XD iya mbak memang ada endapannya meskipun sudah saya saring.. jadi kalo minum jangan sampai habis-bis. tapi berhenti setelah hampir habis, sisakan endapannya untuk dibuang...

      Hapus
  2. Wah, rumahnya banyak tanaman obatnya. Hebat. Thanks infonya mbak Sarah. Saya cuma belum tahu yang namanya inggu dan manggar, seperti apa, ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. lain waktu saya lengkapi ya foto-fotonya... :D

      Hapus
  3. Wah keren banget ini rumahnya pasti luas ya mba, bisa semua tanaman di halaman rumahnya.
    Dan pastinya tentu mba ini orang rajin banget ya merawat semua itu. #GodJob

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aduuuh jadi malu.. hihi. Enggak harus dirawat setiap hari kok... kan hidup di alam bebas di kebun.. tapi nggak seperti kebun-kebun orang kota.. hehe.

      Hapus
  4. Khasiat tanaman obat memang manjur
    salam sehat dan sukses mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. salam sehat dan sukses juga mas agung...

      Hapus
  5. kebunmu mengingatkan kebun e ibuku

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kebunku kebun kebanyakan orang di desa mbak.. orang-orang biasanya untuk tanam pohon jati, pohon pisang dsb... kebetulan tumbuh Apotek Hidup di kebun kami.. ada yang tumbuh dengan sendirinya, ada juga yang petik bibitnya dari ngalas...

      Hapus
  6. Banyak aja ini tanaman obat yg ditanam di rumahnya. Asyik ih

    BalasHapus
    Balasan
    1. ada yang ditanam sendiri (metik bibit dari Ngalas) ada juga yang tumbuh dengan sendirinya... :)

      Hapus
  7. Banyak banget mba tanaman obatnya. Aku dulu ada depan rumah, ga banyak sih....tapi sekarang dah kena gusur hehehe

    BalasHapus
  8. Wah..apotek hidupnya lengkap banget mbak! Asiik, deh! Di rumah saya hanya ada lidah buaya, sirih merah dan lempuyang aja..hi..hi..

    BalasHapus
    Balasan
    1. lumayan mak... btw lidah buaya bisa dibikin untuk es buah lho...

      Hapus
  9. Aku pengen nih punya apotek hidup. Tapi belum kesampean. Suka banget dengan apotik hidup drmah, mba. Aku jadi banyak info :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak, gampang lho nanemnya...

      Hapus
  10. I've seen those plants but I wasn't aware of their possible use. Thank you for sharing this information.

    BalasHapus

SUBSCRIBE


Like us on Facebook